Apa Sebenarnya Fungsi Ekor pada Kucing?

0 34911
fungsi ekor pada kucing

Sumber www.catbehaviorassociates.com

Sibuntut.com- Hampir sebagian besar kucing yang kita jumpai di lingkungan kita memiliki ekor. Pada umumnya, sejak lahir, kucing sudah memiliki ekor dengan ukuran rata-rata 10 cm. Pada kucing yang masih di bawah umur, ekor seringkali menjadi media bagi mereka dalam melatih ketangkasan dan kelincahan mereka dalam berburu.

 

Ekor merupakan organ posterior yang memanjang dari bagian tulang belakang kucing. Posisinya melampaui batang atau bagian utama dari tubuh. Ekor terletak di ujung tulang belakang. Dengan kata lain, ekor merupakan bagian belakang tubuh kucing dan merupakan organ yang mengisi sebagian besar bagian belakang tubuh kucing.

Ekor merupakan bagian tubuh yang sangat dominan di tubuh kucing. Hampir 10 persen dari tulang kucing berada di bagian ekor. Tulang ekor bersifat elastis dan dapat digerakkan melalui mekanisme tulang belakang. Tingkat elastisitas tulang ekor sangat tergantung pada spesies, pertumbuhan dan individu kucing tersebut.

Tulang ekor sebagian besar ditutupi oleh otot-otot serbaguna yang berupa segmen, terutama di bagian ujung. Otot-otot segmental ini mampu bergerak secara halus sehingga mampu  mengangkat ekor, memindahkannya dari sisi ke sisi, menurunkannya atau menggulung seluruh tubuh. Salah satu hal yang menarik, kucing domestik yang ada di lingkungan kita adalah satu-satunya spesies kucing yang mampu menahan ekornya secara vertikal sambil berjalan.

Bagian dari otot-otot yang menutupi tulang ekor tersebut terbentuk dari otot yang berhubungan dengan rektum, anus, dan diafragma panggul. Otot-otot ini memiliki banyak tendon yang berasal dari ruas ke 5 dan ke 6 tulang belakang kemudian ke depan dan seterusnya ke ujung ekor. Pergerakan ekor kucing dilayani oleh 4-7 pasang sel saraf.

Fungsi Ekor Kucing

Apa sebenarnya fungsi ekor pada kucing?

Ekor kucing merupakan bagian yang sangat sensitif dan responsif. EKor kucing juga merupakan sinyal perubahan emosi dan  kejiwaan kucing. Anda biasanya dapat mengetahui apa yang kucing Anda merasa dengan memahami tanda-tanda ekornya. Beberapa pergerakan ekor kucing dan motivasinya :

Ekor diteggakan secara penuh - sapaan akrab untuk kucing lain atau manusia
Ekor dilengkungkan secara lembut ke bawah, kemudian di ujung - kucing sedang merasa santai dan damai dengan lingkungannya
Ekor diangkat sedikit secara lembut dan melengkung - kucing sedang tertarik pada sesuatu
Ekor diturunkan dan  terselip di antara kaki belakang - kucing mengakui kekalahan
Ekor bergerak dari sisi ke sisi - menandakan kucing sedang marah dan akan menyerang
Ekor dipegang erat tapi dengan ujung berkedut - kucing merasakan gatal atau iritasi ringan
Ekor ditegakkan untuk satu sisi - mengundang lawan jenis betina

Walau begitu, kucing tidak hanya menggunakan ekor mereka untuk menampilkan emosi saja. Kucing juga memanfaatkan ekor mereka sebagai alat keseimbangan. Saat kucing berjalan di jalur yang sangat sempit dan ia ingin melihat ke sisi yang lain, secara otomatis ia akan mengalihkan ekornya ke sisi lain untuk menyeimbangkan tubuhnya dengan gravitasi.

Kucing Anda juga terkadang menggunakan ekornya untuk meningkatkan keahliannya sebagai seekor pemburu. Dengan kibasan ekornya, kucing dapat memukau dan menyirap mangsanya.

 

Category: PerawatanTags: