Ganggugan Pencernaan pada Kucing

0 4298
gangguan pencernaan pada kucing

gangguan pencernaan pada kucing

Memiliki kucing yang sehat adalah dambaan bagi semua penyayang kucing. Alangkah bahagianya ketika kita melihat kucing peliharaan kita berlari-lari, melompat, atau bahkan sekadar berpose narsis di didepan kita. Namun apabila kucing kesayangan kita tiba-tiba muntah, nafsu makannya turun, diare, atau bahkan mati, tentunya kita akan merasa sedih.

Sebagai mahluk hidup, kucing tidak terlepas dari resiko terkena penyakit. Apabila kucing menunjukkan gejala-gejala adanya penyakit, setidaknya kita harus mengetahui langkah awal yang sebaiknya dilakukan untuk menindak lanjuti gejala-gejala tersebut. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai penyakit pada kucing perlu diketahui oleh para pemelihara kucing walaupun sekadar gambaran umum saja.

Salah satu jenis penyakit yang mungkin menghinggapi kucing adalah gangguan pencernaan. Artinya, ada sesuatu yang tidak normal terjadi pada sistem pencernaan kucing.

Sistem Pencernaan Kucing

Sistem pencernaan kucing adalah rongga yang berawal dari mulut dan diakhiri di anus. Beberapa organ yang bekerja dalam sistem pencernaan adalah mulut, kerongkongan, lambung usus dan anus. Selain itu, hati dan pankreas juga berperan dalam sistem pencernaan kucing.

Gejala Gangguan Pencernaan pada Kucing

Gejala gangguan pencernaan pada kucing dapat terjadi pada sistem pencernaan kucing yang telah kita bahas sebelum ini. Beberapa tanda adanya gangguan pencernaan pada kucing adalah: muntah (bisa disertai cacing yang keluar bersama muntahan), perut buncit, nafsu makan menurun, haus, banyak mengeluarkan air seni, bau mulut, diare, dan susah buang air besar.

Penyakit Pencernaan pada Kucing

Gejala-gejala yang telah kita bahas tadi mungkin dapat mengarah pada beberapa penyakit pencernaan pada kucing. Berikut ini adalah beberapa penyakit pencernaan pada kucing:

  • Penyakit Radang Usus. Penyakit ini terjadi karena sel-sel pertahanan tubuh menyerang dinding usus. Penyebabnya mungkin karena reaksi alergi.
  • Parasit. Cacing tambang dapat mengakibatkan iritasi usus dan menyebabkan diare.
  • Infeksi Bakteri. Bakteri salmonella dapat menyebabkan infeksi bakteri. Sumbernya bisa dari makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut.
  • Infeksi Virus. Beberapa virus bisa menimbulkan gejala yang telah kita bahas. Kasus ini perlu penanganan segera dari dokter hewan.
  • Diabetes. Tidak hanya manusia, kucing pun bisa terkena penyakit diabetes. Gejalanya kucing akan merasa kehausan dan banyak mengeluarkan air seni.

Penyebab Gangguan Pencernaan pada Kucing

Secara umum, penyebab gangguan pencernaan pada kucing terdiri dari beberapa faktor, yakni diet, genetik, sistem kekebalan tubuh, dan populasi bakteri di dalam usus. Keberadaan parasit dapat menimbulkan gejala muntah-muntah dan diare. Sistem kekebalan tubuh mempengaruhi toleransi atas keberadaan parasit-parasit tersebut. Genetik dan diet dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Faktor-faktor tersebut berkaitan satu sama lain.

Diet untuk Kucing yang Mengalami Gangguan Pencernaan

Beberapa dokter hewan menganjurkan pemberian makanan kaleng untuk kucing yang mengalami gangguan pencernaan. Akan tetapi, yang perlu diingat adalah bahwa kucing adalah karnivora primordial yang di alam liar yang makanannya adalah makanan yang rendah karbohidrat seperti kadal, burung dan hewan pengerat. Selain itu perlu diketahui juga bahwa kucing mendapatkan air dari makanan yang dimakannya. Pemberian makanan kering tidak terlalu baik karena tinggi karbohidrat dan kurang air.

Begitulah kiranya pembahasan kita tentang gangguan pencernaan pada kucing. Apabila gejala-gejala gangguan pencernaan pada kucing berlangsung sampai berhari-hari, sebaiknya konsultasikan kucing Anda pada dokter hewan. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah dehidrasi, infeksi dan komplikasi organ. Apabila dibiarkan begitu saja, bisa jadi kucing peliharaan Anda akan mati.

Category: KesehatanTags: