Hati-hati, Kucing Pun Bisa Kena Kanker Sel Dara

0 5795

Sibuntut.com - Limfoma, juga dikenal sebagai lymphosarcoma (LSA) adalah jeniskanker yang umum dialami oleh kucing.

gejala dan pengobatan limfoma pada kucing

Sumber cats.lovetoknow.com

Limfoma dikenal juga sebagai kanker limfosit atau kanker sel darah. Limfoma merupakan sel-sel yang biasanya berfungsi dalam sistem kekebalan tubuh, dan dapat ditemukan di seluruh tubuh.

Limfoma pada kucing biasanya dapat diobati dengan kemoterapi. Kesuksesan kemoterapi cukup mendapatkan persentase yang tinggi.

Berdasarkan pengalaman, banyak kucing yang mendapatkan pengaruh yang besar setelah mendapatkan perawatan kemoterapi. Kemoterapi ini dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pada kucing.

Kanker limfoma umumnya terjadi pada kucing yang terinfeksi virus Feline Leukemia (FeLV).

Kucing yang terinfeksi FeLV lebih berisiko terkena kanker limfoma 60 kali lipat lebih besar dibanding kucing yang tidak terinfeksi.

Gejala Kanker Limfoma pada Kucing

Limfoma pada kucing memiliki beberapa jenis infeksi. Hal ini disebabkan karena limfosit dan kelenjar getah bening ditemukan di seluruh tubuh, sehingga potensi limfoma dapat muncul hampir di mana saja dan mempengaruhi sejumlah organ.

Walau begitu, Anda dapat mendeteksi gejala limfoma dari beberapa lokasi yang sering menjadi awal terjadinya kanker limfoma. Lokasi ini sering dikaitkan dengan penyebab limfoma dan mempengaruhi gejala, pengobatan, serta prognosis.

Lokasi  Usia FeLV Status Gejala
Multicentric
(semua organ terkena)
usia pertengahan hingga dewasa Biasanya (-) Bervariasi tergantung jenis organ yang terkena
Saluran yang berhubungan dengan makanan
(saluran pencernaan)
Usia pertengahan hingga dewasa (rerata usia 8 tahun) Biasanya (-) Kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, muntah, diare
mediastinum
(kelenjar getah bening di dada)
Usia muda (rerata usia 2-3 tahun) Biasanya (+) Napas cepat, kesulitan bernafas
Ginjal Usia pertengahan Kemungkinan (+) Kehilangan nafsu makan, depresi, rasa haus meningkat dan sering buang air kecil
Tulang Belakang Muda, usia pertengahan Biasanya (+) Sulit berjalan
Nasal Pertengahan, usia dewasa Biasanya (-) Pendarahan hidung, wajah bengkak, bersin

 

Mendiagnosa Limfoma pada Kucing

Diagnosis limfoma pada kucing dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan mikroskopik dari biopsi atau sel yang diambil dari jaringan yang terkena.

Hal ini tidak hanya akan memperkuat diagnosis, tetapi membantu untuk menentukan seberapa agresif kemungkinan kanker, dan memberikan dasar untuk pengobatan dan prognosis.

Pada umumnya, Anda perlu melakukan pemeriksaan darah secara lengkap, pemeriksan serum kimia, urinalisis, radiografi (sinar-X), dan / atau pemeriksaan USG  untuk menilai kesehatan kucing dan menentukan kemungkinan organ yang terinfeksi.

Pengujian FeLV dan FIV dapat mengungkapkan apakah kucing positif terkena  satu atau kedua penyakit ini, yang akan mempengaruhi prognosis.

Sebuah tes untuk menguji Antigen Receptor Rearrangement (Parr)  dapat membantu membedakan limfoma dari penyakit lain. Pemeriksaan sampel yang diambil dari sumsum tulang juga dapat dilakukan untuk beberapa kasus serupa.

Pengobatan Limfoma pada Kucing

Pengobatan limfoma pada kucing biasanya terdiri dari kemoterapi. Kemoterapi biasanya disertai dengan pemberian berbagai jenis obat sebagai pendampingan selama proses kemotherapi berlangsung.

Beberapa jenis obat-obatan yang diberikan di antaranya adalah gklorambusil, doxorubicin, siklofosfamid, vinkristin, L-asparginase dan prednisolon atau prednison.

Pada kasus yang spesisik, seperti kucing dengan limfoma hidung, terapi radiasi juga dapat digunakan. Secara umum, kucing mentolerir kemoterapi dengan sangat baik. Jika efek samping menjadi parah, metode pengobatan dapat dimodifikasi untuk mengurangi efek dari kemoterapi yang telah dilakukan.

 

Category: KesehatanTags: