Mengobati Luka di Tubuh Kucing

0 67814
Mengobati Luka di Tubuh Kucing

Luka pada Tubuh Kucing

Kucing sebagai hewan yang memiliki insting teritorial sensitif terhadap bau. Mereka menandai wilayahnya dengan bau. Apabila ada benda asing yang memasuki teritorialnya, kucing juga bisa bersifat agresif.

Sifat agresif ini dapat memicu timbulnya perkelahian antar kucing. Apabila perkelahian terjadi, maka bukan tidak mungkin kucing akan mengalami luka.

Selain karena masalah teritori dan perkelahian, luka pada kucing juga bisa terjadi karena kecelakaan kecil, misalnya tersayat benda tajam, tersiram air keras, dan tersiram (atau mungkin disiram) minyak goreng panas atau air panas.

Apabila luka kucing dibiarkan, maka luka tersebut akan semakin lama untuk menutup. Akbatnya tubuh kucing terdedah bagi penyakit sehingga timbul nanah. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengobatan luka di tubuh kucing, termasuk cara mengobati luka di tubuh kucing.

Jenis-jenis Luka pada Tubuh Kucing

Terdapat beberapa jenis luka pada tubuh kucing. Yang pertama adalah goresan berat, yang kedua adalah goresan ringan, dan yang ketiga adalah memar. Ketiga jenis luka ini dikategorikan sebagai luka ringan yang dapat disembuhkan dengan sedikit perawatan.

Jenis luka lainnya bisa dikategorikan berat dan mungkin memerlukan jahitan dan memerlukan perawatan lebih lanjut.

Berdasarkan durasinya, luka pada kucing terbagi menjadi dua, yakni luka baru dan luka lama. Ciri-ciri luka baru ditandai dengan:

  • Pendarahan
  • Pembengkakan
  • Kerontokan bulu
  • Goresan
  • Rasa sakit

Adapun ciri-ciri luka lama adalah:

  • Nanah
  • Abses
  • Demam

Perlakuan Pertama dalam Mengobati Luka di Tubuh Kucing

Sebenarnya, akan lebih baik jika menyerahkan pengobatan luka di tubuh kucing kepada dokter hewan. Akan tetapi, Anda bisa melakukan langkah pertolongan pertama sebelum kucing dibawa ke dokter hewan. Langkah-langkah tersebut adalah:

  1. Apabila terjadi pendarahan, tekan luka pada kucing secara langsung. Caranya adalah dengan mengikat luka dengan kain atau kasa. Setelah itu, tempelkanlah plester pada kasa untuk mencegah kain atau kasa lepas dan pendarahan terjadi kembali.
  2. Periksa keberadaan luka lainnya dan ulangi langkah 1 pada luka-luka tersebut.
  3. Apabila tidak terjadi pendarahan dan goresan luka tidak terlalu besar, bersihkan luka tersebut. Caranya adalah dengan menggunakan antiseptik atau air. Oleskan kain atau kasa yang sudah diberi antiseptik atau air pada luka tersebut. Antiseptik yang digunakan adalah larutan antiseptik yang dibuat dengan melarutkan konsentrat yang mengandung iodin povidon atau klorheksidin diasetat. Jangan menggunakan alkohol karena dapat merusak jaringan.
  4. Apabila luka berupa goresan yang cukup dalam atau tusukan, maka bersihkan bagian pinggirnya saja. Jangan membasuhnya begitu saja.
  5. Kucing siap dibawa ke dokter hewan.

Perlakuan Lanjutan dalam Mengobati Luka di Tubuh Kucing

Langkah ini sebenarnya hanya ditujukan pada dokter hewan, tetapi tidak ada salahnya kita membahas hal ini sebagai pengetahuan saja.

Dalam perlakuan ini, dokter hewan akan memulai dengan diagnosis. Dokter hewan akan memeriksa seluruh luka yang ditemukan. Bulu kucing akan dicukur. Selain itu, pemeriksaan dengan sinar X juga mungkin dilakukan.

Setelah itu, dokter hewan akan melakukan tindakan. Prinsipnya adalah mencegah infeksi dan mempercepat pemulihan. Terkadang, dokter hewan juga melakukan pembiusan atau pemberian obat penenang. Hal itu dilakukan agar perawatan tidak terlalu menimbulkan rasa sakit.

Selanjutnya perlakuan terhadap kucing yang luka tergantung dari jenis lukanya. Goresan kecil mungkin hanya dibersihkan saja. Goresan dalam akan dibersihkan dengan lebih baik untuk memastikan tidak ada kotoran pada luka. Dalam hal ini, mungkin akan dilakukan penjahitan. Luka tusukan akan diberikan antiseptik dalam jumlah yang besar dan mungkin akan dibedah untuk merawat luka di bagian dalam.

Category: Kesehatan, PerawatanTags: