Nutrisi untuk anak Kucing

0 6294
Nutrisi Kucing

Nutrisi Anak Kucing

Kucing yang baru lahir mendapatkan nutrisi dari induknya melalui air susu induk kucing. Air susu induk kucing adalah nutrisi terbaik untuk anak kucing pada masanya. Akan tetapi setelah empat minggu pertama, anak kucing mulai beralih ke makanan anak kucing secara bertahap dan akan disapih setelah usia anak kucing mencapai enam minggu.

Berat anak kucing bisa meningkat dua atau tiga kali lipat pada minggu-minggu pertamanya. Untuk mengimbanginya diperlukan energi tiga kali lipat daripada energi yang dibutuhkan kucing dewasa, maka tidak heran anak kucing bisa makan sebanyak tiga sampai empat kali dalam sehari.

Anak kucing adalah hewan karnivora yang mendaptkan kebutuhan nutrisi dari jaringan hewan lainnya. Di habitat alaminya, anak kucing mengonsumsi mangsanya yang tinggi protein, cukup lemak, dan rendah karbohidrat. Jadi, kucing lebih teradaptasi untuk memetabolisme protein daripada karbohidrat. Walaupun demikian, kucing juga menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi. Oleh karena itu, nutrisi anak kucing harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan air dalam jumlah yang tepat.

Protein

Protein mengandung 23 asam amino yang berbeda. Protein sering disebut sebagai penyusun jaringan. Tubuh kucing dapat menyintesis 12 jenis dari asam amino tersebut. Sebelas jenis asam amino lainnya harus didapatkan dari makanan dan disebut sebagai asam amino esensial.

Nilai biologis dari sebuah protein adalah ukuran dari kemampuan protein untuk menyediakan asam amino, yakni 11 asam amino esensial dan bagaimana asam amino tersebut disusun dalam proporsi yang seimbang. Umumnya, protein hewani (daging dan yang diproses dari daging) memiliki nilai biologis yang lebih tinggi daripadi protein nabati (kedelai, jagung dan lain-lain).

Lemak

Lemak digunakan sebagai cadangan energi, asam lemak esensial, dan membantu penyerapan vitamin yang larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Selain itu, lemak membuat makanan lebih gurih bagi anak kucing dan membantu mendapatkan kesehatan kulit dan bulu. Bila dibandingkan dengan anjing, anak kucing membutuhkan sumber makanan yang berupa asam linoleat dan arakidonat. Hal itu disebabkan karena kedua asam lemak tersebut tidak bisa disintesis oleh anak kucing. Apabila lemak menjadi tengik, akan menghancurkan vitamin yang larut lemak dan juga asam lemak esensial yang berakibat pada defisiensi. Makanan anak kucing komersial mengandung zat aditif alami dan sintetik khusus yang disebut sebagai antioksidan untuk mencegah kehilangan nutrien esensial tersebut.

Karbohidrat

Karbohidrat menyediakan energi dan terbuat dari gula, tepung, dan selulosa (serat). Karbohidrat disediakan di dalam makanan yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan seperti biji-bijian dan sayur-sayuran. Meskipun anak kucing teradaptasi pada makanan rendah karbohidrat, anak kucing sangat efisien dalam penggunaan tepung dan gula sederhana. Kandungan tepung yang ditemukan dalam makanan anak kucing komersial dapat ditoleransi dengan baik. Pemberian makanan secara berlebihan atas karbohidrat yang sukar dicerna anak kucing sebaiknya dihindari karena dapat berakibat perut kembung, timbulnya gas, dan diare. Pertanda-pertanda tersebut banyak ditemukan pada anak kucing yang diberikan susu sapi dalam jumlah banyak, yang mengandung karbohidrat laktosa yang tinggi.

Vitamin

Vitamin penting untuk reaksi kimia tubuh anak kucing. Vitamin yang larut lemak seperti A, D, E, dan K memerlukan lemak untuk dapat diserap oleh tubuh anak kucing. Anak kucing tidak dapat mengonversi beta-karoten dari sayuran ke vitamin A. Oleh karena itu, anak kucing membutuhkan vitamin A yang sudah dibentuk sebelumnya yang dapat ditemukan hanya pada jaringan tubuh hewan. Anak kucing juga membutuhkan makanan yang difortifikasi dengan vitamin B. Vitamin C tidak dibutuhkan dalam makanan anak kucing karena anak kucing dapat menyintesisnya sendiri.

Category: Kesehatan, PerawatanTags: