Tips Membantu Anak Kucing Bersosialisasi dan Bermain

0 2850

Masa sosialisasi kucing terjadi di awal kehidupan anak kucing. Selama periode ini, ia belajar bagaimana berinteraksi secara tepat dengan kucing lain, manusia dan hewan lainnya.

tips sosialisasi anak kucing

Sumber pcvh.com

Dengan melihat pengalaman dan lingkungan di sekeliling sekelilingnya, akan kucing akan terbiasa  dengan visual, suara dan bau yang akan ditemuinya nanti sehari-hari hingga dia beranjak dewasa.

Sifat tak kenal takut dari anak kucingselama periode awal sosialisasi sangat bersifat positif. Hal ini memungkinkan dia untuk menjadi nyaman dengan semua hal-hal sehari-hari yang akan menjadi bagian dari kehidupan dewasanya.

Ketika anak kucing beranjak dewasa,  mereka akan memiliki rasa  curiga yang tinggi  terhadap hal-hal yang mereka belum pernah alami sebelumnya .

Rasa curiga yang muncul setelah anak kucing beranjak dewasa menunjukkan bahwa kucing beradaptasi positif terhadap lingkungan sehingga ia siap berhadapan dengan situasi di lingkungannya yang mungkin membahayakan.

 

Cara Membantu Anak Kucing Bersosialisasi

Secara alamiah, induk kucing memiliki peran terhadap kemampuan bersosialisasi anaknya. Namun, walau anak kucing memiliki hubungan yang kuat dengan induknya, secara sosial mereka membutuhkan arahan yang cukup dari lingkungannya.

Hal pertama yang dapat Anda lakukan ketika kucing mulai berinteraksi dengan lingkungannya adalah memastikan bahwa anak kucing merasa nyaman dengan lingkungannya. Di masa pertumbuhan, induk kucing perlahan mulai mengikis perannya dalam mengasuh sehingga lambat laun sang anak akan berusaha seoptimal mungkin bertahan di tengah lingkungan yang baru.

Walau begitu, ada beberapa induk kucing yang memiliki sifat posesif bahkan hingga kucing berusia di atas 2 tahun. Respon dan keramahan Anda terhadap anak mereka mungkin merupakan ancaman. Oleh karenanya, jangan kikis dan pisahkan induk kucing dengan perangai tersebut secara spontan. Mulailah berikan pengertian pada induk kucing dengan memberikan belaian lembut pada sang anak, mengangkat tubuhnya, lalu mengembalikannya setelah Anda menyentuhnya.

Dengan sikap ini, sang induk akan mulai memahami bahwa dia harus memberikan kemandirian dan kemampuan yang cukup pada sang anak.

Anak kucing yang berusia di bawah 7 minggu menunjukkan respon dan keramahan yang tinggi terhadap manusia. Keramahan ini tentu harus direspon positif karena mereka membutuhkan impresi yang tepat ketika mereka tumbuh dewasa.

Rasa nyaman yang Anda berikan terhadap mereka akan mempercepat adaptasi mereka terhadap lingkungan sekaligus membuat mereka mulai menjadikan manusia sebagai induk mereka dalam bersosialisasi.

Respon positif yang dapat Anda berikan di awal adalah belaian dan sentuhan yang hangat di bagian kepala. Hal ini akan mengurangi rasa takut mereka terhadap orang asing dan hal-hal tidak biasa yang akan mereka alami setiap harinya kelak.

Di usia 4 minggu, anak kucing akan mulai menunjukkan respon fisik yang sangat signifikan. Mereka mulai tertarik untuk mengejar objek-objek bergerak seperti benda plastik, dan hewan-hewan kecil. Di masa ini, induk kucing mulai memperkenalkan mereka dengan makanan hasil buruan seperti tikus dan burung.

Usahakan untuk selalu memperhatikan apa yang mereka makan. Hindari anak kucing mengejar objek yang berbahaya seperti binatang berbisa atau objek yang berada di lokasi yang berbahaya seperti dekat perapian, benda tajam, atau lokasi yang tinggi.

Anak kucing juga akan mulai berlatih ketangkasan cakar, misalnya dengan memanjat objek yang tinggi, mengasah cakar, atau menggigit objek-objek yang padat. Biarkan mereka mengeksplorasi keahlian mereka ini karena secara alamiah, tubuh mereka sudah mulai siap dengan kondisi lingkungan yang mereka inginkan.

Perkenalan anak kucing terhadap situasi lingkungan di masa 4 minggu hingga 1 tahun merupakan masa yang krusial. Adaptasi dan peralihan yang tepat dari induk kucing menuju masa mandiri akan menjadikan anak kucing menjadi lebih siap dan waspada terhadap lingkungannya.

 

Category: Tempat TidurTags: