Vaksinasi untuk Kucing, Seberapa Penting?

0 3868

Sibuntut.com - Bagi sebagian orang, pemberian vaksin bagi kucing merupakan komponen yang tak dapat dipisahkan. Beberapa orang memilih untuk memvaksin kucing mereka karena mereka beranggapan vaksin mampu mencegah banyak penyakit berbahaya bagi kucing. Vaksinasi kucing telah lama dianggap sebagai salah satu cara termudah untuk membantunya menjalani, hidup sehat. Vaksin yang tersedia bagi kucing saat ini sangat beraneka ragam jenisnya, tergantung pada risiko penyakit yang akan ditanganinya.

pemberian vaksin pada kucing

Meskipun vaksinasi berfungsi untuk melindungi hewan peliharaan anda terhadap penyakit yang mengancam jiwa, vaksinasi bukan tanpa risiko. Baru-baru ini,muncul kontroversi mengenai durasi perlindungan dan waktu vaksinasi, serta keamanan dan kebutuhan vaksin tertentu.

Kontroversi ini muncul seiring dengan adanya perbedaan cara hidup dari setiap kucing. Sejatinya, vaksinasi dapat bermanfaat jika sesuai dengan kondisi fisik dari si kucing. Pemberian vaksin harus ditimbang untuk setiap kucing agar bisa disesuaikan dengan gaya hidup dan kesehatan mereka. Berkonsultasi dengan dokter hewan Anda dapat menentukan dosis vaksinasi yang sesuai yang dapat memberikan perlindungan paling aman dan terbaik untuk kucing.

Cara Kerja Vaksin pada tubuh Kucing

Vaksin membantu mempersiapkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan invasi organisme penyebab penyakit. Vaksin mengandung antigen, yaitu organisme penyebab penyakit pada sistem kekebalan tubuh. Walaupun merupakan penyebab penyakit, antigen ini tidak menyebabkan gangguan penyakit. Ketika vaksin disuntikkan ke tubuh, sistem kekebalan tubuh sedikit dirangsang. Jika si kucing sebelumnya belum pernah terjangkit penyakit, vaksin ini akan membantu sistem kekebalan tubuhnya agar siap untuk mengenali dan melawannya seluruh organisme penyebab penyakit dan mengurangi risiko infeksinya.

Jenis Vaksin

Asosiasi Kucing Amerika Serikat membagi vaksin menjadi dua kategori, yaitu vaksin inti dan vaksin non inti. Vaksin inti merupakan jenis vaksin yang penting karena dapat melindungi kucing terhadap gangguan penyakit panleukopenia (distemper kucing), virus calici kucing, virus herpes I (rhinotracheitis) dan rabies.

Vaksin non-inti yang diberikan tergantung pada gaya hidup kucing;. Vaksin non inti di antaranya adalah vaksin untuk virus feline leukemia, Bordetella, Chylamydophila felis dan kucing immunodeficiency virus. Dokter hewan Anda dapat menentukan apa vaksin yang terbaik untuk kucing Anda.

 

Rentang Waktu Pemberian Vaksin bagi Kucing

Dokter hewan A dapat menentukan jadwal vaksinasi untuk kucing Anda. Hal ini akan tergantung pada jenis vaksin, usia kucing Anda, riwayat kesehatan, lingkungan dan gaya hidup. Kucing dewasa mungkin divaksinasi setiap tahun atau setiap tiga tahun.

Vaksin untuk Anak Kucing

Anak kucing secara otomatis menerima antibodi alamiah yang terkandung dalam susu ibu mereka. Antibodi ini membantu melindungi anak kucing terhadap penyakit menular sampai sistem kekebalan tubuh anak kucing sendiri berkembang. Ketika anak kucing berusia enam sampai delapan minggu, anda dapat berkonsultasi pada dokter hewan untuk memulaiserangkaian vaksin pada interval tiga atau empat minggu sampai kucing berusia 16 minggu.

Risiko Vaksin untuk Kucing

Pemberian vaksin dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh hewan dalam rangka menciptakan perlindungan dari penyakit menular tertentu. Stimulasi vaksin ini dapat memunculkan gejala gangguan penyakit ringan, seperti rasa nyeri di tempat suntikan, demam dan reaksi alergi.

Efek samping lain, walau jarang terjadi misalnya muncul tumor di tempat suntikan dan penyakit yang menjadi imun (susah untuk diobati).Seperti halnya prosedur medis, ada kemungkinan kecil efek samping. Dalam kebanyakan kasus, risiko jauh lebih kecil dari risiko penyakit itu sendiri. Tetapi penting untuk berbicara dengan dokter hewan Anda tentang riwayat kesehatan kucing Anda sebelum ia divaksin. Oleh karena itu, pastikan anda berkonsultasi dengan dokter hewan Anda sebelum memberikan vaksin pada kucing Anda.

 

Category: PerawatanTags: