Merawat Kucing Kampung

0 2369
Merawat kucing kampung

Merawat kucing kampung

Apabila kita tinggal di tempat yang dihuni banyak manusia, seringkali kita melihat beragam kucing yang berkeliaran baik itu di sekitar tempat sampah, jalanan, maupun atap rumah. Kucing-kucing itu sering disebut kucing kampung. Namun apakah sebenarnya kucing kampung itu? Saya lebih suka mendefinisikan kucing kampung sebagai kucing yang hidup tanpa kontak dengan manusia. Mereka tidak tahu bagaimana harus berinteraksi dengan manusia. Oleh karena itulah mereka bertingkah secara liar.

Karena di alam liarnya kucing diburu oleh hewan lain, maka mereka mengganggap hewan apapun yang lebih besar dari mereka sebagai predator yang mencoba membunuh mereka. Manusia juga termasuk dalam blacklist mereka. Hal tersebut menuntun suatu keyakinan bahwa kucing kampung sulit untuk dijinakkan, apalagi dirawat.

Menjinakkan Kucing Kampung

Banyak hal yang perlu dilakukan untuk merawat kucing kampung. Akan tetapi, sebelum kita dapat seratus persen merawatnya, kita harus menjinakkannya terlebih dahulu.

Menjinakkan kucing kampung terkadang mudah dan terkadang susah. Semua itu tergantung dari pengalaman hidup kucing kampung sebelum dijinakkan. Walaupun demikian, prinsip untuk menjinakkan kucing kampung hanya ada satu:

  • Ketahui bahwa kucing kampung perlu makanan

Seliar dan se-paranoid apapun kucing kampung terhadap manusia, mereka tetap memerlukan makanan dan sumber makanan terlezat mereka adalah sisa makanan manusia. Sisa potongan pizza, rendang basi, nasi aking, dan lain-lain adalah makanan mewah bagi mereka. Itu saja sudah mewah, apalagi makanan kucing kalengan yang akan diberikan setiap hari apabila mereka dijinakkan. Bandingkan dengan makanan alami mereka seperti tikus yang harus dikejar-kejar terlebih dahulu sebelum dimakan.

Memberi Makan Kucing Kampung

Dalam fase penjinakkan, saya pernah diberitahu oleh seseorang bahwa agar kucing tahu kapan mereka harus makan, mereka perlu dilatih untuk merespon sinyal makan dari kita. Caranya adalah, keluarkan bunyi-bunyian yang beragam tapi rutin setiap kali kucing kampung diberi makan. Lama-kelamaan, kucing tersebut akan menghampiri kita untuk makan setiap kali kita mengeluarkan bunyi-bunyian tersebut.

Adapun makanan yang diberikan pada kucing kampung sama saja dengan makanan kucing rumahan lainnya. Hal ini tidak perlu dipusingkan karena sebelum mereka dijinakkan, mereka bersedia memakan makanan sisa manusia yang tentunya tidak lebih lezat daripada makanan kucing rumahan.

Memandikan Kucing Kampung

Berbeda dengan kucing rumahan, kucing kampung terbiasa tidak mandi. Kalaupun mandi, mereka hanya menjilati bulunya atau berguling-guling di atas tanah. Oleh karena itu, mengajari mereka mandi sejak masih kecil lebih baik daripada mengajari mereka setelah dewasa.

Lalu bagaimana jika mereka baru mulai mandi setelah dewasa? Ikuti langkahnya sebagai berikut:

  1. Siapkan bak mandi dan sebuah ember (atau dua buah ember). Satu ember sebagai tempat memandikan dan satu yang lain untuk membilasnya.
  2. Isi keduanya dengan air.
  3. Pastikan suhu air tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
  4. Campur shampoo khusus untuk kucing dengan air, aduk hingga berbusa.
  5. Pegang kucing kampung dengan tangan kanan Anda.
  6. Celupkan dan gosok-gosok bulu kucing kampung Anda dengan lembut menggunakan tangan kiri Anda.
  7. Tuangkan shampoo kucing yang sudah dicampur air tadi ke tubuh kucing.
  8. Gosokkan kembali bulu kucing kampung dengan tangan kiri.
  9. Terus gosok hingga mencakup seluruh tubuh.
  10. Bilas kucing kampung di dalam ember yang satu lagi. Pastikan sisa shampoo yang masih menempel pada bulu kucing kampung larut dalam air bilasan.
  11. Keringkan bulu kucing kampung dengan handuk kering dan hair dryer.

Itulah yang bisa dilakukan untuk memandikan kucing kampung. Biasakan untuk memandikan kucing kampung setiap hari agar semakin hari semakin mudah untuk memandikannya.

Category: PerawatanTags: